Penyakit Asma dan Mendaki - Puncak Petualang | Rental Alat Outdoor Hiking Sidoarjo Surabaya | Rental Alat Camping | Tenda Dome

Breaking

  • OPEN BOOKING Bulan November 2018 | Kami menerima sewa untuk kegiatan sekolah / grup / kampus / instansi, Dll | Buka Jam 08.00 - 21.00 WIB

Penyakit Asma dan Mendaki

Banyak kabar beredar bahwa seseorang yang mengidap penyakit asma tak dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan berat atau olah raga-olah raga ekstrem seperti kebanyakan orang lainnya yang tidak mengidap asma. Seringkali mereka merasa minder terhadap kondisi fisik tubuh mereka. Tetapi siapa sangka bahwa penderita asma juga dapat melakukan pekerjaan berat dan olahraga-olahraga ekstrem seperti halnya mendaki gunung.

Individu penderita asma sama halnya dengan individu lain yang tidak menderita asma. Mereka dapat hidup normal seperti yang lainnya. Melakukan pekerjaan berat atau melakukan kegiatan-kegiatan ekstrem seperti di luar (outdoor). Kegiatan apapun dapat dilakukan tetapi dengan syarat penderita asma harus bisa menjaga kesehatannya dan menjauhi hal-hal pemicu munculnya asma.

Seorang penderita asma yang menyukai kegiatan di luar (outdoor) biasanya selalu khawatir jika ingin melakukan kegiatan. Terlebih jika mereka ingin mendaki gunung atau dataran tinggi. Mendaki gunung atau dataran tinggi memang bukan olahraga yang dianjurkan bagi penderita asma.


Karakteristik pegununganlah yang membuat penderita rentan terhadap serangan asma. seperti, volume udara di pegunungan berbeda dengan dataran rendah. Saat ketinggian bertambah, secara otomatis volume udara berkurang. Akibatnya tubuh mudah lelah saat beraktivitas. Tetapi mendaki gunung bukanlah hal mustahil yang tidak dapat dilakukan oleh penderita penyakit asma. Penderita Asma dibolehkan mendaki gunung dengan beberapa ketentuan sebagai berikut;

1. LATIHAN FISIK SEBELUM PENDAKIAN.




Kondisi yang ekstrem di pegunungan, udara dingin, dan kadar oksigen yang rendah akan memicu penderita sulit untuk bernafas. Namun, dengan membiasakan diri untuk latihan fisik sebelum pendakian, seperti misalnya lari, renang, jogging, atau olahraga lainnya yang melatih otot pernafasan, dapat membantu membiasakan otot pernafasan dan membuatnya lebih fleksibel. Usahakan latihan rutin 1 bulan sebelum pendakian.
2. MULAILAH MENDAKI GUNUNG ATAU DARATAN YANG TIDAK TERLALU TINGGI DAN MEDAN ATAU TREK YANG TIDAK TERLALU SUSAH. Untuk penderita, alangkah lebih baik memulai mendaki gunung yang tidak terlalu tinggi serta medan yang tidak terlalu berat. Usahakan 4-8 orang ikut di dalam pendakian. 3. PENDERITA HARUS DALAM KEADAAN KONDISI FISIK YANG SEHAT DI LUAR PENYAKIT ASMANYA.
Jangan lupa untuk membawa obat penanganan awal. Pergilah ke dokter sebelum anda melakukan pendakian. Mintalah obat yang sesuai untuk penanganan di perjalanan nanti.
Bagi anda penderita asma, sangat penting menjaga kondisi fisik agar selalu sehat. Di luar penyakit asma, Penderita harus bisa menjaga kesehatan agar tidak timbul penyakit lain. Jangan membahayakan diri sendiri. Jika sakit, jangan paksakan untuk tetap melakukan perjalanan. 4. PASTIKAN UNTUK SELALU MEMBAWA OBAT PENANGANAN AWAL JIKA ASMA KAMBUH. 5. JANGAN LUPA MEMBAWA PAKAIAN HANGAT YANG MEMADAI, JAKET DAN SLEEPING BAG. Jika melakukan kegiatan outdoor, usahakan suhu tubuh tetap hangat. Pakailah jaket yang memadai. Pakaian hangat serta sleeping bag akan membantu suhu tubuh tetap hangat dan nyaman.
8. JANGAN BIARKAN PENDERITA ASMA MEMBAWA BEBAN YANG BERATNYA LEBIH DARI 10 KILOGRAM

6. LAKUKAN PENDAKIAN DI PAGI HARI ATAU MENJELANG SIANG. Udara pagi yang segar akan membantu pernafasan penderita lebih baik. Maka dari itu mendakilah pada pagi hari. Jika merasa lelah, berhenti dan beristirahatlah sejenak. Jangan memaksakan mendaki jika merasa lelah. 7. PENDERITA HARUS MENEMPATKAN DIRINYA DI TENGAH ROMBONGAN TERMASUK SAAT MELAKUKAN PENDAKIAN UNTUK MEMUDAHKAN KONTROL KONDISI. Jangan memisahkan diri dari rombongan atau rekan pendaki. Usahakan penderita tetap dalam pengawasan. Dan jangan melakukan kegiatan di luar sepengetahuan rekan pendaki.


Hal ini adalah merupakan hal penting yang harus diingat bagi penderita maupun rekan pendaki. Jangan biarkan penderita asma membawa beban berat melebihi 10 kg. karena hal ini dapat memicu munculnya asma.
9. PASTIKAN ROMBONGAN ATAU REKAN PENDAKI AGAR TETAP MENJAGA KONDISI PSIKOLOGIS PENDERITA ASMA.

10. BAWALAH TABUNG OKSIGEN KECIL UNTUK ANTISIPASI DI PERJALANAN.
Jagalah psikologis penderita agar dapat selalu tenang dan santai. Asma muncul bukan hanya karena kondisi fisik yang melemah, tetapi juga kondisi psikis yang stress. Persiapkan tabung oksigen kecil serta peralatannya untuk antisipasi dalam keadaan darurat.
Dari sekian banyak poin di atas, jika diterapkan kecil kemungkinan penderita akan muncul asmanya. Nah, sudah tidak khawatir bukan? Kini penderita asma tidak perlu berkecil hati karena Anda dapat melakukan segala hal seperti olahraga-olahraga ekstrem, mendaki gunung. Well, Selamat Mendaki!
Source; Sehat Indonesiaku - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia 2004, Green Capture Adventure. Oleh: Siti Dzakiyyah yang dimuat di jurnalposonline.com/?p=3885