Jalur Pendakian Merapi di Tutup Via Sapuangin - Puncak Petualang | Rental Alat Outdoor Hiking Sidoarjo Surabaya | Rental Alat Camping | Tenda Dome

Breaking

  • OPEN BOOKING TGL. 15,16,17,18 AGUSTUS STOK SUDAH MULAI MENIPIS | Kami menerima sewa untuk kegiatan sekolah / grup / kampus / instansi, Dll | Buka Jam 08.00 - 21.00 WIB

Jalur Pendakian Merapi di Tutup Via Sapuangin



Jejakkaumkusam, - Pendakian ke puncak Gunung Merapi melalui jalur Sapuangin di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, ditutup bagi pendaki. Jalur itu masih belum stabil dan rawan menyebabkan pendaki tersesat.


Kepala Resor dan Pengendalian Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Arif Sulfiantono, mengatakan jalur Sapuangin masih tertutup untuk pendakian. ”Ada jalur-jalur yang rawan menyesatkan bagi awam jika mendaki tanpa pemandu,” katanya, Senin (3/10).

Menurut Arif, di bulan Sura biasanya kegiatan pendakian meningkat intensitasnya. Untuk itu, dia meminta pendaki untuk tidak melalui jalur Sapuangin.

Sebab, jalur itu belum dilengkapi dengan beberapa sarana pendakian yang aman. Mulai daribasecamp, papan penunjuk arah,camping ground dan pemandunya. Selain itu, jalur tersebut sangat jarang dilewati pendaki, sehingga perlu ada penataan lebih dulu. Apabila penataan sudah selesai, jalur akan dibuka untuk umum setelah sekian lama tidak digunakan. Penataan, kata dia, sudah dimulai pada Agustus 2016 lalu yang melibatkan Balai TNGM, SAR Sapuangin, dan masyarakat sekitar. Penataan diawali dengan membuat desain tapak jalur pendakian.

Jalur Dibatasi
Rencananya, lanjut Arif, jalur itu akan dibuat eksklusif yang tidak diperuntukan bagi pendakian massal dalam jumlah besar. Jalur itu, maksimal hanya akan bisa dilalui per hari dan per trip maksimal 15 orang pendaki. Pendakian itu pun wajib menggunakan guide SAR Sapuangin. Pemandu itu penting, sebab jalur tersebut selain rawan juga masih memiliki kekayaan alam yang indah, sehingga harus dilestarikan. Pembukaan jalur akan dilakukan pada 30 Oktober 2016, dan semua persiapan sudah dilakukan.

Termasuk menggelar rapat dengan SAR, TNGM, dan Pemdes Tegalmulyo. Jarak dari basecamp Sapuangin Desa Tegalmulyo sampai Pasar Bubrah di puncak hanya 5,2 kilometer. Jalur itu, terakhir dibuka sebelum erupsi 2010. Pascaerupsi, banyak perubahan vegetasi, sehingga sangat rawan menyesatkan. Satu-satunya jalur yang direkomendasikan saat ini, hanya melalui Selo, Kabupaten Boyolali. Jalur melalui Babadan, Desa Kinahrejo, Kabupaten Sleman, DIY juga sudah ditutup, karena terdampak erupsi. Jalur selain melalui Selo dinyatakan ilegal. Koordinator Paguyuban Sabuk Gunung (PASAG) Merapi, Jenarto Jack, mengatakan jalur itu tidak direkomendasikan. ”Namun masih sering ada pendaki nekat,” jelasnya.

Para pendaki melalui jalur Sapuangin, biasanya sudah diingatkan warga untuk tidak naik. Namun, ada juga yang nekat, tetapi tetap harus dengan pemandu lokal. Hal itu penting, selain agar tidak tersesat, juga untuk menjaga kelestarian alam.

sumber : jejakkaumkusam