Peringatan Hari Bumi di Sidoarjo Oleh Komunitas Pendaki Sidoarjo - Puncak Petualang | Rental Alat Outdoor Hiking Sidoarjo Surabaya | Rental Alat Camping | Tenda Dome

Breaking

  • Kami menerima sewa untuk kegiatan sekolah / grup / kampus / instansi, Dll | Buka Jam 08.00 - 21.00 WIB

Peringatan Hari Bumi di Sidoarjo Oleh Komunitas Pendaki Sidoarjo

Peringatan Hari Bumi Sidoarjo oleh Komunitas Pendaki Sidoarjo

Masyarakat berkerumun di depan monumen Jayandaru menyaksikan refleksi teatrikal Komunitas Pendaki Sidoarjo dalam rangka peringatan hari Bumi. Sidoarjo, 23 April 2016. Memelihara Bumi, berarti memperpanjang kesempatan hidup, kesempatan hidup adalah milik semua makhluk, memelihara Bumi berarti menghormati pemilik dan pemberi hidup.

Itulah tema peringatan hari bumi yang dilakukan oleh Komunitas Pendaki Sidoarjo (Kopdar) bersama partisipan masyarakat peduli lingkungan di Monumen Jayandaru alun-alun kota Sidoarjo pada Sabtu, 23 April 2016.

“Tema peringatan hari Bumi tahun ini menyambung pada tema kegiatan hari Bumi tahun lalu yakni, Bumi bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan anak cucu kita,” jelas Ocha salah satu anggota termuda Kopdar.

“Manfaat dari menjaga bumi adalah tersedianya kehidupan bagi anak cucu kita nanti, bukan hanya berarti kita akan memiliki anak cucu, namun kesempatan untuk hidup akan terpelihara bersama mereka,” lanjut pemilik cita-cita sebagai pramugari itu.
Dengan tujuan mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang pentingnya melestarikan lingkungan, khususnya warga Sidoarjo yang tahun ini dilanda banjir cukup parah karena kurangnya daerah resapan air dan perlunya penghijauan di pusat kota.

Melalui aksi kecil ini, Kopdar mengajak orang-orang agar lebih aware terhadap lingkungan hidupnya sendiri. “Saya yakin melalui aksi kecil ini saya dan kawan-kawan telah berhasil membawa sedikit banyak manfaat untuk perubahan terhadap pola pikir beberapa orang (khususnya audiens yang menyaksikan aksi) terhadap pentingnya menjaga lingkungan,” imbuh Ocha.

“Sedikit terkejut kala melihat respon dari masyarakat yang menyaksikan teatrikal refleksi hari Bumi dimulai, saat puisi dibacakan bersama dengan perenungan, masyarakat bersama-sama menghentikan aktivitasnya untuk turut melakukan perenungan,” tambah Ocha yang kala itu membacakan puisi refleksi.

Sedangkan Tommy Al-Faisyhak selaku ketua pelaksana mengaku cukup puas dengan terselenggaranya acara ini, namun dari itu sebagai tuan rumah Base Camp Kopdar, Tommy berpesan agar menjadi kan hari Bumi ini bukan hanya setahun sekali, namun setiap hari.

Mewakili segenap panitia, Ocha berterimakasih atas kerja keras bersama yang bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk suksenya acara. “Acara ini mengapreasiasikan kita semua, tujuan kami menyadarkan masyarakat untuk pentingnya menjaga Bumi dan melestarikan lingkungan, tapi justru kami yang lebih tersadarkan tentang pentingnya itu semua.”

“Tahun depan kita akan melakukan lagi,” tutup Ocha yang juga mengundang berbagai komunitas pegiat alam lainnya seperti Kommpas, Kopi Alas, Dalbo, KPJ, Oi Sidoarjo dan tentunya masyarakat yang telah hadir dan mengikuti acara.

Laporan : A. Phinandita
Sumber : https://wartapalaindonesia.com/satu-bumi-satu-kehidupan-satu-menjaganya